Minggu, 17 April 2016



Drama terbagi menjadi sekian banyak jenis, salah satunya adalah drama tentang cinta. Nah, kali ini saya ingin menuliskan sebuah naskah drama tentang cinta yang mungkin sedang sahabat pembaca perlukan untuk dijadikan sebagai bahan perbandingan dengan skenario drama cinta milik sahabat.

Teks drama percintaan dibawah ini merupakan drama singkat, dan langsung saja, berikut ini contoh dialog dramanya.

Judul         : Pengertian
Tema         : Cinta
Pemeran    :
                   1. Norman (kekasih Ani)
                   2. Ani (kekasih Norman)
                   3. Lila (Ibu Ani)

Ani :
Sejauh mana sih sebenarnya kehadiranku ini memberikan arti dalam kehidupan kamu? apakah aku hanya seorang cewek dengan status sebagai pacar kamu, atau lebih dari itu?

Norman :
Kenapa nanya seperti itu? jujur aku terkejut mendengarnya! Ani, sejauh ini mungkin ku nggak banyak memberikan kamu sesuatu yang bernilai bagi kamu, tapi terlepas dari kekurangan yang ku miliki, bagiku kamu adalah sosok wanita yang benar-benar membuatku merasa lebih hidup. Aku sayang kamu, dan itu membuatku merasa lebih bisa memaknahi hidup ini.

Ani pun terdiam bahagia saat mendengar pernyataan dari kekasihnta tersebut.

Ani :
Maaf, bukannya aku merasa ragu dengan ketulusan kamu, hanya saja sikap seseorang itu memang tidak selalu mencerminkan apa yang dirasakannya, dan aku ingin mendengar dari bibir kamu apakah kehadiranku memang berarti buat kamu. Aku sangat senang dengan jawaban kamu. Semoga saja aku bisa menjadi yang terbaik bagi kamu.

Norman :
Tentu! kamu pasti bisa menjadi yang terbaik buat aku. Mungkin pilihan ini banyak, pastinya bukan kamu satu-satunya wanita yang bisa ku dekati, tapi hanya kamu yang bisa buatku semakin mendekat, dan itu adalah sebuah kejujuran dari dalam hati ini.

Ani semakin tak kuasa mendengar pernyataan dari insan yang memang sangat dicintainya itu.

Ani :
Sekarang aku tahu, aku nggak sedang jatuh cinta dengan orang yang salah. Aku senang banget mendengar apa yang barusan kamu bilang.

Norman :
Ya.. dan aku juga merasa bahagian banget ketika kamu berusaha untuk mengungkap apa isi hati ini, karena itu artinya kamu memang menganggapku sebagai sosok yang berarti dalam hidup kamu.

Hubungan cinta mereka terus berlanjut dari hari ke hari dengan balut keindahan laksana orang yang sedang dimabuk asmara dengan bekal ketulusan antara satu sama lain.

Pada suatu hari Ani mengajak Norman untuk bertemu disuatu tempat yang tidak jauh dari rumahnya. Norman pun berjanji akan akan datang.

Melalui panggilan telepon Ani menghubungi Norman untuk memberitahu kekasihnya tersebut tentang keinginannya untuk mengajak ketemu ditempat yang dianggapnya memiliki suasana yang sangat nyaman.

Kring... kring.. telepon genggam Norman berbunyi

Norman :
Hello.. hi, apa kabar?

Ani :
Baik, kamu juga sehat-sehat saja kan?

Norman :
Yup, aku sehat kok. Ada apa kok nelpon nggak sms aja?

Ani :
Emangnya kalau nelpon nggak boleh?

Norman :
Nggak boleh? boleh banget dong!

Ani :
Nanti sore aku mau ngajak kamu kesuatu tempat, kamu ada waktu nggak?

Norman :
Sepertinya aku nggak ada egenda apa-apa.. jam berapa?

Ani :
Jam 3-an gitu bisa kan?

Norman :
Ya. Emang mau ngajak kemana?

Ani :
Ada deh.. pokoknya tempatnya asyik banget kok, peraya deh!

Norman :
Ok, sampai ketemu tar sore ya...

Ani :
Yup.. da..

Ani :
Eh.. kamu jemput aku dirumah ya?

Norman :
Ok.

Empat jam berselang Ani pun bersiap-siap untuk pergi ketempat tersebut, karena jam di dinding sudah menunjukkan pukul 2 sore. Hingga jarum jam dinding tepat diangka 3 Norman ternyata tidak kunjung datang. Ani mencoba menelpon dan sms berkali-kali tapi kekasihnya itu tidak memberikan jawaban.

Setelah menunggu hingga jam 3.30 Norman akhirnya memang tidak datang. Ani sangat kecewa dengan Norman.

Pada malam harinya Norman pun menemui Ani dirumahnya. Norman langsung datang kerumah Ani tanpa memberitahunya terlebih dahulu.

Tok.. tok.. sambil memberikan salam didepan pintu rumah Ani.

Norman :
Assalamu'alaikum....

Lila :
Eh kamu Man.. tumben malam-malam kesini? ada apa?

Norman :
Iya tante, ada perlu sama Ani. Ani nya ada nggak tante?

Lila :
Ada. sebentar ya tante panggilkan, kamu silakan duduk dulu.

Norman :
Ya, tante.

Ibu Ani (Lila) pun bergegas ke kamar anaknya...

Lila :
An... Ani..

Ani :
Iya Bu.. ada apa?

Lila :
Tuh ada tamu.

Ani :
Siapa bu?

Lila :
Norman, katanya ada perlu sama kamu.

Ani pun bergegas menuju ke ruang tamu untuk menemui kekasihnya tersebut. Norman meminta maaf ke Ani berkaitan dengan janji temu mereka pada sore tadi.

Norman :
An, aku minta maaf banget ya? tadi aku nggak bisa datang. Parahnya lagi aku nggak ngasih tahu kamu.

Ani :
Bukan cuman nggak ngasih tahu. Ditelpon nggak diangkat, di sms nggak dibalas.. kenapa? kalau kamu sibuk kan bisa bilang?!

Norman :
Iya, maaf An. Begini, tadi aku disuruh nganterin ibu kerumah sakit untuk ngejenguk tetangga. Aku kebetulan nggak bawa hp, karena ibuku bilang cuman 1 jam-an. Nah, sewaktu dalam perjalanan pulang motorku macet. Bengkel didiket rumah skit itu pas antri banget, jadinya ya harus nunggu berjam-jam.

Ani sebenarnya cukup jenkel, namun setelah mendengar penjelasan dari Norman Ani pun akhirnya luluh.

Ani :
Bener? nggak ngada-ngada?

Norman :
Selama ini apa aku pernah bohongin kamu? apalagi harus ngarang cerita seperti ini?!

Ani :
Maaf,.. ya sudah nggak papa.

Mereka terus mengobrol selama 30 menit kedepan lalu Norman berpamitan dengan ibunya Ani untuk pulang.

Naskah drama percintaan - END

Demikian contoh naskah drama tentang cinta untuk 3 orang, semoga bisa mmeberikan referensi bagi Anda yang sedang membutuhkan.

RELATED POSTS:



http://www.teksnaskahdrama.com/2014/02/contoh-naskah-drama-cinta.html#ixzz4662bTMnX

CONTOH NASKAH DRAMA PENDEK

 
Naskah drama pendek dari sisi penulisannya memang realatif mudah dibandingkan naskah drama panjang, karena dalam hal ini tentunya skripnya tidak terlalu panjang dan tidak membutuhkan banyak pengarahan.

Dalam menulis naskah drama pendek yang laing penting adalah ide atau alur cerita drama itu sendiri. Jika ide drama dan jenis alurnya sudah dimiliki, maka penyusunan naskah drama pendek tersebut jauh lebih mudah dan bisa diselesaikan secara lebih cepat.

Sebelum ini saya sudah berbagi beberapa contoh teks drama, diantaranya adalah contohteks drama 2 orang yang juga merupakan bagian dari contoh naskah drama pendek, contoh teks drama 3 orang, tidak jauh berbeda dengan naskah drama 2 orang, dan jugacontoh naskah drama 4 orang.

Bagi Anda yang sedang membutuhkan contoh naskah drama panjang, Anda dapat menyimak artikel contoh naskah drama 6 orang, dan contoh naskah drama 7 orang.Naskah drama 6 orang, dan naskah dialog drama 7 orang merupakan jenis skrip drama yang relatif panjang dibandingkan untuk naskah drama dengan jumlah pemeran 3,  atau 4 orang.

Dalam menyusun sebuah naskah drama, setidaknya ada beberapa parameter mendasar yang harus dipersiapkan. Parameter mendasar tersebut meliputi, ide, penokohan/karakter, dan juga jenis drama. Ketiga elemen tersebut merupakan unsur yang paling pokok dalam menyiapkan sebuah teks dialog drama, baik untuk jenis drama pendek, maupun drama panjang.

Bagi Anda yang sedang mencari referensi contoh naskah dram pandek atau naskah drama singkat, berikut ini contohnya.

Pada suatu momen ketika sedang diadakannya ujian semester. Aldi dan Ibani duduk satu bangku, dan Kensita bersama Andinia duduk sebangku berada di depannya, sedangkan Budika duduk sendirian disebelah Ibani.

Mata pelajaran yang sedang di ujiankan pada saat itu ialah pelajaran Fisika, semua murid terlihat kebingungan dan merasa kewalahan melihat soalnya pada saat itu. Dan terjdilah percakapan antara 5 sahabat, mereka adalah Aldi, Budika, Ibani, Kensita dan Andinia.

Tema : Persahabatan
Jenis : Drama singkat
Jumlah pemeran : 5 (lima) orang
Karakter : -

Ibani:      “Din, Saya minta jawaban soal nomor  5 dan 6!”
Andinia:         “A dan C”
Kensita:         “kalau soal nomor 10,11 dan 15 jawabannya apa Ban?
Ibani:      “10 A, 11 D, nomor 15 Saya belum”
Aldi:          “Whuss, jangan kencang-kencang nanti gurunya dengar”
Kensita:         “soalnya sulit sekali, masih banyak yang belum Saya kerjakan”
Mereka berempat saling contek-Nyontek seperti pelajar lainnya. Tapi tidak dengan Budika, ia terlihat rileks dan mengerjakan soal ujian sendiri tanpa Nyontek.
Ibani:      “Bud,kamu sudah selesai?”
Budika:        “Belum, tinggal 3 soal lagi”
Ibani:      “Saya minta jawaban nomor 15 sampai 20 Bud!”
Budika:        “Tidak Bisa Ban,”
Ibani:      “Kenapa? Kita sahabat bud, kita harus kerjasama”
Andinia:         “Iya Bud, kita harus kerja sama”
Aldi:          “Iya, kamu kan yang paling pintar disini bud”
Budika:        “tapi bukan kerjasama seperti ini teman-teman”
Kensita:         “Kenapa memang Bud? Hanya 5 soal saja!”
Budika:        “Nyontek atau pun memberi contek adalah hal buruk, yang dosa nya sama. Saya tidak mau mencotek karena dosa, begitu pula member contek ke kalian. Saya minta maaf”
Kensita:         “Tapi saat ini, sangat mendesak Bud”
Andinia:         “Iya Bud, bantu kami”
Budika:        “tetap tidak bisa”
Aldi:          “Ya sudahlah, biarkan. Urus saja dirimu sendiri Bud, dan kami urus diri kami sendiri.” (marah dan kesal)
Ibani:      “biarkan, kita lihat di buku saja”
Ibani lalu mengeluarkan buku dari kolong bangkunya secara diam-diam, kemudian melihat rumus dan jawaban di dalamnya. Lalu Kensita menanyakan hasilnya.
Kensita:         “Bagaimana Ban? Ada tidak?
Ibani:      “ada, kalian dengar ya. 15 A, 16 D, 17 D, 18 B, 19 A, 20 C”
Kareana suara Ibani yang agak terdengar keras, Guru pun mendengarnya dan menghampiri mereka berempat.
Guru:      “Kalian ini, Nyontek terus. Keluar kalian”
Mereka berempat di hukum di lapangan untuk menghormati tiang bendera.
Ibani:      “Saya tidak menyangka akan seperti ini”
Andinia:         “Saya juga tidak menyangka, akan dihukum”
Kensita:         “Seharusnya kita belajar ya”
Aldi:          “Iya, Budika benar”
Ibani:      “Disaat seperti ini, baru kita menyadarinya yah!”
Kensita:         “Saya menyesal!”
Aldi, Andinia&Ibani:   “Saya juga” bersama
Setelah itu Budika keluar dari kelas dan menghampiri mereka. Kemudian Budika ikut berdiri hormat seperti yang lain.
Andinia:         “kenapa bud? Kamu di hukum juga?”
Budika:        “Tidak, Saya ingin menjalani hukuman kalian juga.
Kita sahabat kan? Saya ingin kita bersama”
Kensita:         “Saya berharap ini menjadi pelajaran kita semua”
Andinia:         “dan tidak kita ulangi lagi”
Aldi:          “Kita sahabat sejati”

Kemduian mereka semua menjalani hukuman dengan penuh senyuman dan tawa. Ternayata persahabatan dapat membenamkan segala keburukan.

Demikian contoh naskah drama singkat/naskah drama pendek yang dapat saya share dengans sabahat pembaca teksnaskahdrama.com pada kesempatan kali ini. Semoga artikel ini bermanfaat dan berguna bagi Anda yang sedang membutuhkan contoh naskah drama pendek.

RELATED POSTS:

1 RESPONSE TO "CONTOH NASKAH DRAMA PENDEK"



http://www.teksnaskahdrama.com/2013/11/contoh-naskah-drama-pendek.html#ixzz465vau8nk

Senin, 11 April 2016

Minggu, 14 April 2013

naskah drama kartini


Kartini                           Sintya

Ayah Kartini              : Adam

Company                    : Rosyid (Van Den Burg)

Prajurit                        : 1. Afan  (bos prajurit)
                                           2. Ramdhan
                                           3. Ucup
                                           4. Amas

Rakyat Jelata           : Roban , Akbar, Avti, Nobita, LelyOnggo

Murid Kartini           : rakyat jelata (Lely dan avti dialog)

Anak Bangsawan  : Reny, Adepina,
  

Set 1
Tentara Belanda atau yang sering disebut dengan Komunis. Pada waktu itu rakyat Indonesia tidak bisa pergi ke sekolah. Mereka dipaksa bekerja dan pendapatan mereka diambil. Rakyat jelata yang menentang aturan komunis, akan disiksa, dibunuh, bahkan dibakar rumahnya. Penderitaan masyarakat Indonesia benar-benar tragis saat itu. Para Komunis terlalu kejam.
(suasana rakyat jelata sedang bekerja disawah…)
Sesekali mereka istirahat pun dengan sembunyi-sembunyi dari pengawasan komunis. 

Roban             : “haduhh.. pegal sekali, panaass… hauss..”

Nobita            : (melihat roban lalu mengajak rekannya avty beristirahat pula)
“avty, istirahat sebentar yuk, kita sudah seharian bekerja tanpa istirahat”

Avty                 : “tapi nanti kalau komunis tau kita istirahat, kita akan dipukul dan disiksa”

Nobita            : ”mereka tidak terlihat kok. Kemarilah” (iki do acting ngombe kek, opolah)

Avty                 : “Baiklah” (duduk dan kipas2 dg capingnya)

Begitu satu persatu mereka mulai kelelahan, Para komunis yang mengetahui itupun marah dan memukuli mereka secara membabi buta. Komunis berlari dan menghajarnya satu persatu.
( Percakapan berlangsung bersamaan sehingga terkesan ramai, menegangkan dan penuh emosi)

Afan                  : “apa-apaan ini?!! Kalian malah malas-malasan!! Ayo kerja!! (goleko expresi dewe)

Roban              : “Tapi saya hanya ingin istirahat sebentar saja Mr!”

Afan                  : ”aaah! Tidak ada alasan!! Kembali bekerja!! (mendorong Roban hingga  terjatuh)

Lely                   : “suamiku! suamiku kamu tidak apa-apa?? Ayaaah… L (sambil menangis    
                                 ketakutan)

Ramdhan      : “hey kamu! Manja sekali!! dasar perempuan lemah!! Tidak berguna!!      Bisanya menyusahkan saja! Ayoo cepat kerja lagi!!

Nobita            : “Tapi Mr. kami perempuan, kami sangat lelah. Biarkan kami istirahat  sebentar  
                                  nanti kami pasti akan kembali bekerja lagi, kami berjanji Mr.”

Ramdhan      :”Mau cari mati ya?! Cepat bekerja!!

Nobita             : “Iya, Mr…) 

Ucup                : “Bangun pemalas!! Malah tidur2an! Kerja lagi! Dasar rakyat bodoh!”

Akbar              :”Ampun, ampun Mr.”  (terbangun dengan kaget dari tidurnya karenaditendang company )

            Sementara yang lain disiksa dan masih dalam ketakutan dan mengerjakan sawah yang mereka garap. Masyarakat ini mulai muak dengan tindakan komunis, mereka menginginkan kemerdekaan dan menentang penjajah. Namun apa boleh buat, mereka tidak punya pemimpin yg bisa menuntun mereka untuk melawan penjajah.Tetapi mereka tetap berjuang mempertahankan kemerdekaan termasuk anak muda bernama Nobita

Set 2

(rakyat-rakyat jelata pada berkumpul*Ra usah diwoco)

Nobita : “aku dan teman-teman sudah tak sanggup lagi menghadapi perlakuan komunis  yang seperti itu! Mereka terlalu kejam terhadap kita! Kita ini masih muda, kita juga ingin sekolah! Tidak hanya kaum bangsawan saja yang bisa sekolah! Kita yang miskin harus bekerja setiap hari tanpa mendapatkan upah! Kami sudah cukup menderita!

Onggo : “ sabarlah nobita, kita tidak bisa apa-apa. Mereka terlalu kuat dan hebat. Sekali saja kita melakukan perlawanan, mereka punya senapan, sekali tembak, matilah kita semua. Aku nggak sanggup melihat salah satu diantara kalian mati dibunuh”

Roban : “ahaa! Aku punyide! Bagaimana kalau besok para komunis dating lagi dengan membawa kekacauan, kita buat kekacauan juga! Kita bikin perlawanan kalau perlu!”

Avty      :” wah, ide yang bagus tuh! Aku setuju sekali!”

Nobita :”aku juga setuju sekali!”

Lely        : “Tapi, siapa yang berani melawan? Kami semua takut akan tentara Belanda itu”

Nobita :”Betul sekali!”

Roban :”Ya Nobita laaah! Iya kan Nobita? (senyum muains thd Nobita) Gimana kalau kamu jadi umpan, pas para company itu datang, kamu tentang mereka, dengan begitu kamu akan disandera!”

Nobita :”eh?? Iya, tapi kan, aku, aku? hahaha!  tapi kenapa harus aku?!!”

Roban :”Hhh... yasudahlah, biar kita diperbudak company Belanda selamanya. Lagian kasihan juga Nobita” (menunduk)

Nobitai  :”hmmhh.. iya deeh.. tapi begitu aku dibawa dan disekap di markas mereka, kalian langsung ambil aku hlo! aku takut tauk!”

Akbar     : “tenang sajaa.. begitu mereka membawamu ke markas, kita akan bawa seluruh masyarakat untuk memerangi markas disana. Oke Nobita (senyum muanis thd Nobita)”

Lely       : “Tapi bagaimana dengan Nobita nanti seandainya Nobita disiksa bahkan dibunuh?”

Roban : “Jangan khawatirkan ituNobita sudah bertekad melakukan ini untuk kebebasan kita semua. Untuk kemerdekaan bangsa Indonesia! Iya kan Nobita? (senyum muanis thd Nobita)

Onggo :”Hahaha, maksa banget sih kamu, ban? Wkwkwk”

Avty      :”Iya, kasihan tauk..”

Roban :” Yasudah, gimana nobita? Aku nggak akan maksa kamu dg rencana ini, kalau kamu nggak ikhlas ya gapapa”

Nobita :”Meskipun ini sulit, tapi aku akan berusaha demi kemerdekaan kita. Aku percaya pada kalian, teman-teman”

Roban :”Yes, mau juga akhirnya!”

Akbar   :”hahaha, Nobita kan Mauk’an orangnya, *eh? Bercanda, wkwkwk”

onggo  : “Baiklah kalau begitu, tetapi kamu juga harus tetap berhati-hati dg merekaya  nobita.”

Nobita  : “ Oke”


Set 3

            Para komunis datang ke kampong dan membuat kacau seperti biasa. Mereka bermaksud mengambil semua yang mereka mau, semua beras, tanaman, serta ternak pun mereka ambil dengan paksa.
(Masyarakat  terlihat  sedang  bekerja  disawah)
Jadi disini suasananya para company pada datang trus mukulin satu persatu orang dan maksa minta beras, tanaman sama ternah yang di punyai masyarakat dengan kejam. Suasananya ramai, menegangkan, galak, kejam dan sadis, kaya di set 1. Jadi mereka pada duduk dan dikepung ditodong senapan, supaya mau kasihin barang2 mereka.

Afan    : “Hay orang-orang kampong! Kami datang cumin mau ngambil semua barang-barang yang kalian punya saja!!

Nobita : “ Kami tidak akan memberikannya! Kami sudah tidak tahan dengan perilaku kejam kalian!”

Afan, Ramdhan, Ucup Amas said : “Ooooowwww….”

Rosyid datang

Rosyid :”Dasar gadis tidak tau diuntung! Sudah berani kamu ya, menentang kami? Haa?
            Prajurit Amas! Bawa perempuan ini ke markas, dan penjarakan dia! Bunuh apabila perlu!”

Amas    :” siap komandan!”

Avty Lely akbar dan masyarakat lainnya  mengelak, mereka tidak ingin Nobita disandra. Namun prajurit tentara Belanda menghalang-halangi mereka. Ditodong dg senapan

Akbar : “ayo kawan-kawan! Siapkan semua senjata-senjata! Kita serang para tentara  Belanda tak berperi kemanusiaan itu!

Masyarakat berusaha menyelamatkan Nobita dari sandraan companyBelanda. Tidak sesuai dengan rencana, pemirsa. Nobita disiksa disana, mungkin dia memang sedang sial nasibnya. Sampai pada akhirnya rombongan masyarakatpun datang menyelamatkan Nobita meskipun dalam peperangan itu mereka kalah. Dan keadaan pun kembali seperti semula, keseharian diwarnai lagi dengan kerja paksa dan tanpa ada pemberontakan dari masyarakat, karena dari segi persenjataan pun mereka sudah kalah.


Set 4
Raden Ajeng Karitni adalah seseorang dari kalangan priyayi atau kelas bangsawan Jawa, putri Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat, bupati Jepara, Jawa Tengah. Beliau hanya bisa melihat penderitaan masyarakat ini setiap harinya. Hati beliau tersentuh. Kartini ingin wanita memiliki kebebasan menuntut ilmu dan belajar. Kartini dilarang ayahnya untuk sekolah, sebagaimana adat Jawa pada waktu itu yang masih membedakan antara kaum perempuan dengan kaum laki-laki. Tetapi tekad Kartini untuk memajukan orang Indonesia sangat kuat waktu itu. Karena tekadnya yang sudah bulat untuk memajukan bangsa Indonesia, Kartini pun memutuskan untuk mengajar orang-orang desa tersebut.
Suasana kartini sedang mengajari murid2 perempuan berhitung, menjahit,bahkan membuat pola pakaian. Setelah murid2nya pulang, ayah Kartini memarahinya karena tidak suka dengan ulah Kartini yang mengajari anak2 desa dengan ilmu pengetahuannya.

Adam  : “Kartini! Ayah tidak suka kamu mengajari anak-anak desa dengan ilmu pengetahuan yang sudah kamu pelajari di bangku sekolah!”

Kartini : “Tapi kenapa ayah? Kenapa ayahanda tidak memperbolehkan ?

Ayah   : “Karena mereka masyarakat kalangan bawah! Kamu tau sendiri kan? Yang boleh mengenyam pendidikan hanyalah kaum bangsawan dan Belanda! Mengerti kamu?!

Kartini : “tapi mereka perempuan tidak harus dirumah terus mengerjakan semua   pekerjaan rumah tangga, ayah! Mereka juga butuh pendidikan yang layak”

Ayah   : “tidak perduli! Selesaikan dulu sekolahmu! Dan berhenti mengajari anak2 desa itu! Mengerti?!

Kartini : “Mengerti ayah.”

usia 12 tahun, Kartini diperbolehkan bersekolah di ELS (Europese Lagere School). Di sini antara lain Kartini belajar Bahasa Belanda dan ilmu lainnya.  Kartini memanfaatkan ilmunya untuk mengajar anak2 desa. Tanpa Kartini ketahui, pesuruh ayahnya memperhatikan apa yang dilakukan Kartini selama ini untuk mengajar masyarakat desa.
Disini settingnya Pokoknya suasana kartini lagi ngajarin murid2 yaa.. disini tiba2 anak2 kaum bangsawan dan belanda sedang lewat

Reny                 : “senang sekali yah, kita bisa sekolah”

Adepina          : “Ya iyalaaah.. kita ‘kan kaum bangsawan.. kita bisa belajar sampai usia  kapanpun, nggak ada aturan apapun yang mengikat kita, ya nggak? Iyaa dooong.. “

Reny                 : “ Betul sekali! Bahkan setelah selesai pendidikan, kita beeebas mau jadi apa yang kita mau, yakan :D ngga kayaaaak…(menoleh anak2 desa dan biilang) ooooowwwww…. Kassiiiiaaaan….. nggak bisa sekolah yaa“

Adepina          : “Hahaha, sudahlah, mari kita tinggalkan anak-anak kumuh dan tidak berpendidikan ini! Hahaha iewww

Sebenarnya yg tidak berpendidikan itu siapa ya, pemirsa? Um.. oke, Adepinadan Reny ketawa jahat sambil meninggalkan tempat mengajar itu. Melihat keadaan yang seperti itu, timbul keinginan Kartini dari hati terdalamnya untuk membuat masyarakat Indonesia menjadi seperti itu, mempunyai persamaan hak terutama dalam hal pendidikan.
Beberapa saat kemudian tiba-tiba amas dan ucup, pesuruh ayah kartini datang marah2 dan mengajak kartini puling

Ucup     : “hey, tuan muda. Maaf kami hanya menjalankan perintah, tuan muda harus pulang! Sesuai dengan perintah ayahmu!”

Kartini  : “ Tidak! Aku belum selesai mengajar mereka! Nanti saja!”

Ucup     : “apa perlu kami lapor kepada ayah tuan muda dulu? Ha?! Ayo cepat pulang!” (amas ngewangi nyekel kartini)

Sopo waelah sexy, dedek, erna: “Jangaan! Jangan! Biarkan ibu kartini disini.. kami masih ingin memperoleh ilmuu..”

Amas : “aaah! Apa-apaan Ini?! Sudah pergi sana! Dasar anak-anak kampong! Bodoh!”

Anak2 desa : “ jangaaaan.. huhuhu… *nangis)

selaku murid) mempertahnkan kartini supaya tdk plg dan memohon mohon kpd komunisnya; tp yg terjadi malah ditendang.suasananya juga rame anak2 nangis, berontak,

Ucup   : “apa tuan muda tau, tuan sudah melanggar peraturan adat untuk me ngajar anak2 desa seperti ini ha?!”

Kartini : “iya aku tau, Baiklah, Baiklah. Tapi jangan siksa mereka. Aku akan pulang”

Amas : “bagus

Hingga pada saat itu Kartini merasa sedih dengan peraturan atau adat yang berlaku di tempat itu. Kesedihan itu terlihat dari raut wajah Kartini yang tampak sendu.

Set5
Setelah Kartini menyelesaikan pendidikannya di EUROPASE LEGERE SCHOOL, Kartini bertekad menantang colonial Belanda yang bernama Van Den Burg agar tekadnya untuk memberikan hak yang layak untuk rakyat Indonesia, termasuk kaum wanita dalam hal pendidikan.
(Terlihat Van Den Burg sedang menikmati suasana pagi dan tiba-tiba salah satu prajuritnya menghampiri dan memberikan surat dari kartini)

Van Den Burg :”Indah sekali Negeri jajahan ini.  Tidak salah bila para pendahulu    menyebut negeri ini negeri surganya rempah-rempah. Tapi sayang, orang-orangnya  katrok dan bodoh semua!”

Afan    : “maaf mengganggu, komandan. Tapi ini ada kiriman surat dari Raden Ajen Kartini, putrid dari Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat, bupati Jepara”

Van Den Burg : “Surat apa ini? oh, anak Bupati Jepara yang cantik itu? Ya sudah pergi sana”

Afan : “Siap Komandan!”

            Terlihat Van Den Burg sedang membaca suratnya..
“Wahai penjajah yang sombong, ku tantang kau beradu ilmu denganku. Apabila ku menang maka kau harus berjanji bahwa kaum wanita di negeri ini berhak mendapatkan ilmu pendidikan yang layak. Apabila ku kalah, maka ku rela menjadi istrimu. ku tunggu kau di lapangan dekat balai desa. Dari Kartini.
Pas ketemu di Balai Desa, Van Den Burg dan Kartini saling menatap penuh benci.

Van Den Burg :”Mau menantang aku rupanya kau?!

Kartini : aku menantangmu, untu main tebak-tebakam untuk membuktikan, siapa diantara kita yang menang”

Van Den Burg : “Baik. Mulailah!”

Kartini: “Oke, sekarang, 2 tambah 2 berapa?”
 
Van Den Burg :”Ahahahha, itu mudah sekali jawabannya 3 kan?”

Kartini :”Sebenarnya kau ini bisa berhitung atau tidak? Ha?”

Van Den Burg :”Ya bisalaah. Aku dulukan, juara lomba berhitung di kota ku Belanda,dan aku jendral company disini”

Kartini :”ah, masa? Tadi aja, jawabanmu itu salah! “

Van Den Burg :”Lalu? Jawabannya berapa?”

Kartini: “hah, 2 tambah 2 itu, samadengan, ya 4 lah! Masak soal gampang gitu aja nggak tau sih kamu?” #Ketawajahat

          Karena Belanda ternyata kalah dengan Kartini, akhirnya seluruh kaum wanita di Indonesia dapat mengeyam ilmu pendidikan sebagai konsekuensi terhadap tantangan yang telah disetujui. Kebetulan tantangan itu berlangsung pada tanggal 21 April juga. Sungguh suatu perjuangan yang sangat besar bagi seorang Kartini untuk memperjuangkan hak wanita demi mendapatkan pendidikan yang layak seperti kaum lelaki. Pada era modern ini banyak kita jumpai masyarakat Indonesia yang berhasil menggapai cita-cita mereka. Mereka mempunyai profesi ( kalo bisa kalian yang cewek terutama pake seragam guru, dokter, polisi, sekretaris atau apapun, untuk mendukung bukti berhasilnya kartini) yang beraneka ragam, diantaranya polisi, sekretaris, guru, dokter, pebisnis, perawat, dan masih banyak lagi. Sekarang semua orang dapat menikmati pendidikan dan mereka berhasil mewujudkan apa yang mereka inginkan dan cita-citakan dalam hidup, yang tentunya sesuai dengan harapan bangsa Indonesia. Dengan segenap perjuangan yang begitu panjang dan mengerikan, akhirnya Kartini dapat mewujudkan cita-citanya.
Hikmah yang dapat kita ambil dari kisah ini adalah bersungguh-sungguhlah dalam mencapai cita-cita yang kita inginkan. Dan jangan sekali-kali merendahkan kaum wanita, karena kaum wanita itu mulia.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar